19 Jan 2013 | By: Unknown

Prihatin akan keadaan mu

riwayatmu kini
     Riwayat mu kini.....Babi hutan hewan penghuni hutan rimbun dengan segala keistimewaanya namun kita tau penjarahan hutan dan pengalihan hutan menjadi lahan kebun sawit dan karet sebuah hal yang buruk,tidak hanya bagi penghuni hutan tapi juga bumi ini.Kini setelah hutan mengecil,pohon rindang tinggal cerita dan sumber makanan turut kurang memadai bagi penghuninya,babi hutan keluar di tengah gelapnya malam mencari makan untuk pengisi perut dan bertahan hidup.tapi sayang sebuah siklus kehidupan yang disebut mangan menjadi sebuah petaka,karna dengan mangan di kebun kelapa sawit atau karet adalah hama bagi sang pemilik lahan,terang saja karna babi hutan senang akan bibit karet, sawit dan sejenisnya.

    Jangan menyalahkan hewan ketika dia makan di lahan sawit dan karet kemudian hewan yang jadi kambing hitam sampai pemburuan bisa di legalkan,coba berkaca pada alam tentang apa yang telah kau buat, hingga babi bingung mencari makan dan harus keluar dari persembunyiannya,berjalan menyusuri jalan tanpa batas karna di dunianya tak ada aturan untuk skema perbatasan lahan dalam pencarian makan dan bekal berfikir layaknya manusia karna yang ada naluri untuk bertahan hidup dan berkembang biak untuk menjaga kelestarian generasi setelahnya.

bukan kah itu semua karna hutan?

     Hutan yang kalian rambah hingga kini tinggal rumput ilalang dan pohon uang bagi sebagian orang yang berada.Memburumu (babi hutan) seakan sebagai axistensi dan penyalur hobi pengoyak ketentraman.hitam diatas putih yang melegalkan semuanya untuk sekedar memburu hingga kompetisi.


dari google
     Riwayat mu kini...seolah kau sudah sebagai bancaan untuk di buru.penembak bermunculan untuk menembak mu.memang memburu adalah hal yang terkonsep dari dulu sebelum aku,ketika manusia membutuhkan bahan makanan dan bukan untuk sekedar penyalur hobi yang menjadikan mu santapan anjing pliharaan dan kemudian membusuk.

      apa ini adil?

      Diam tak bergeming melihat mu di tembak,di seret,di pertontonkan seolah itu sebuah kesuksesan dan reputasi.Sekarang legalitas dalam memburumu seakan jelas hingga di siarkan keseantero negri lewat media televisi sampai komunitas tersendiri,apa harus menunggu penurunan jumlah baru legelitas di bumi hanguskan kemudian dilindungi dam konservasi. Mungkin sampai di saat itu generasimu sudah tinggal di kandang bertralikan besi baja dan di pertontonkan dalam sebuah cerita.harapan lestari untuk alam sudahlah pasti meski itu mimpi untuk saat ini,menginginkan generasi nanti tau semua yang ada, bukan dari cerita tapi fakta yang nyata adanya,hidup berdampingan tanpa perlu pembunuhan masal.



    Ini hanya ungkapan rasa semata teman,rasa dimana prihatin melihat keadaan bukan sebuah petuah apa lagi printah.
 Lestarilah Negri Ku

2 komentar:

Jaswan mengatakan...

semoga dengan kejadian ini , lebih banyak manusia yang sadar akan kejahatannya

Unknown mengatakan...

Semoga saja kang

Posting Komentar