8 Jun 2013 | By: vj lie

Siti yang mengukir jejak

Hay siti....
Kenapa dengan mu? hembusan nafas itu terasa cepat tiap langkah kakimu untuk terus mendaki ke gunung tertinggi di pulau jawa ini, jangan kau paksa tubuh pemberian tuhan itu untuk tetap melangkah jika kau sudah tidak sanggup, keinginan kuat saja tak cukup untuk menginjakan kakimu di puncak sana namun fisik juga perlu.

Pencapaian tertinggi itu bukan dillihat dari puncak mahameru ini, namun dimana kita berdiri di batas kaki ini sudah tak kuat lagi untuk melangkah naik, dan saat nafas tak beraturan hingga sulit terkendali. Coba kalu lihat disana orang yang berkata dengan membusungkan dada itu, menilai sebuah keberhasilan dengan waktu tempuh dia mendaki, atau kamu lihat orang itu yang sombong dengan mengatakan berapa banyak gunung yang pernah dia gagahi. Siti apa seperti meraka tujuanmu nanti setelah kau memaksa dirimu untuk tetap melangkah hingga puncak? semoga saja bukan.

Siti akhirnya langkahmu harus berhenti juga di jalan pasir menuju puncak Mahameru, ini sebuah keberhasilan yang luar biasa siti, jika melihat latar belakangmu yang sibuk dengan pekerjaan, fisik seorang wanita karir dan hanya gunung ini yang pertama kamu daki. Tak usah kau berkecil hati dengan semuanya, mereka yang punya hitungan waktu dengan sebuah pencapaian adalah mereka yang bisa karna terbiasa bukan mereka yang masih sepertimu, dan mereka yang menyebutkan beberapa gunung karna mereka punya banyak waktu dan tidak sepertimu.

Sudahlah siti buang ambisi itu, melangkahlah turun dan menikmati alam ini tanpa kita harus mengotorinya, lihat cemara ini, rumput, bunga-bunga, danau, hijau hutan dan kehangatan solidaritas yang tercipta. Nikmati saja itu, sehingga kita tidak menyianyiakan perjalanan panjangan dengan berbagai suguhan yang telah tuhan sajikan. Sudah ya siti, aku bukan guru yang baik dengan banyak ilmu, aku hanya sekedar orang yang tak punya kerjaan mendaki gunung tanpa pengalaman segudang. Siti semoga kau tak kesal dengan celoteh penganguran ini kau teman baruku yang punya warna tersendiri dari kita berempat belas. :D