10 Des 2012 | By: vj lie

limun yang mati suri

    Hay sobat....hasil ngebolang aku hari ini didesa umbul rejo,kec.umbul sari - jember.
rasa penasaran akan masih adanya limun/lemon minuman yang ngetren ketika aku masih duduk di sekolah dasar ini membuat penasaran ingin mencari masih ada dipasan atau sudah benar-benar hilang,karena hasil penelusuran kemarin yang mengecewakan sebab aku lihat pabrik pembuatan minuman ini sudah beralih fungsi menjadi gudang penyimpanan barang yang berada di kec.balung.
    Tadi ketika aku menjalankan pekerjaanku yang menjadi sales makanan belusukan dari desa ke desa lain, mendorong aku sambil mencari adanya minuman limun ini,hingga aku berhenti di toko yang berada di desa umbul rejo-umbulsari.yang sebelumnya aku berjalan dari desa jati songo.
disini aku menemukan tumpukan botol limun bekas yang rapi dan setelah aku lihat tanggal expayer tertulis 23 april 2013,fikirku langsung mengatakan "lho ini kok baru".
kusempatkan untuk ambil foto yang sebelumnya minta ijin pada empunya toko,panggil saja p.parmin,sebab tadi gak sempet kenalan karena aku terlalu semangat mengkuak tabir limun yang sudah hampir menghilag.

      Info dari p.parmin cukup membuat angin segar para pecinta minuman ini,minuman yang banyak rasa dan murah meriah ini sekarang masih di produksi oleh jember jaya.
p.parmin mengatakan minuman ini hanya 1 tahun sekali datang kira-kira 3 minggu sebelum lebaran tiba,karena disaat itu banyak warga yang mencari minuman yang disuguhkan ke tamu.itu keterangan dari p.parmin dengan bahasa jawa umbulsari yang mempunyai khas bahasa kue.
minuman yang dulu dijual dengan harga Rp.200/botol ini sekarang menjadi Rp.1000/botol jauh jika warga membeli sirup yg terkenal saat ini,dengan harga segitu murah p.parmin bisa menghabiskan 8krak/palet kayu dalam 2minggu sebelum lebaran,yang dalam 1krak berisi 24botol limun.

       Persaingan pasar yang membuat limun ini hampir punah dan sekarang mati suri,saat ini limun hanya di produksi sekali dalam satu tahun.padahal ketika di lihat pada masa jaya minuman ini sangatlah populer di tahun 2004 kebelakang.ketika itu minuman yang di ecer menggunakan plastik ukuran kecil dengan harga 50 - 100 rupiah ini beredar dari toko besar sampai penjual jajanan di sekolah yang alakadarnya.

       Menjawab pertanyaan yang kemarin terlontar dari mas bro RZ Hakim & Teyeng Vanguard.
yang masih ingin merasakan es limun sudah terjawab,dengan hasil blusukan hari ini.tadi aku berharap masih adanya limun ini diwarung milik p.parmin untuk sekedar oleh-oleh  untuk mas bro.
aku maih penasaran untuk minum limun ini nanti disaat stock di p.parmin sudah diisi sama jember jaya sat akan datang lebaran. 




5 komentar:

RZ Hakim mengatakan...

Hahaha.... sampek observasi reeek, sangar koen. jempol untuk tulisan ini :D

TeYeNG Vanguard mengatakan...

asoy geboy..

vj lie mengatakan...

Penasaran aku mas bro.....haha

vj lie mengatakan...

Grung ngombe kok buk abuk an......

rachman effendi mengatakan...

Mrinio rek nang mlg, warung gorengan bengi buka jam 6 -12 bengi nok ngarep puskesmas wisata dau, sengkaling malang, uakeh macem e... line rachmaneffendi

Posting Komentar