27 Feb 2014 | By: vj lie

Kerupuk Sambel / Kerupuk Sambal

Foto : Vj Lie
Waktu itu aku masih duduk di kelas 3 sekolah dasar SDN Jambearum 4, Sekarang menjadi SDN Jambearum 1, Puger. Sewaktu istirahat begitu banyak varian jajanan yang bisa di beli di warung-warung yang ada di dalam sekolahan ketika itu. Namun hanya Kerupuk Sambel yang bisa aku beli ketika uang saku ku mulai menipis.

Bisa di bilang titik penghabisan juga sih.

Kerupuk Sambel yang aku maksud bukanlah kerupuk yang ketika membuatnya (adonan) di campur dengan sambel. Kerupuk Sambel yang aku maksud adalah kerupuk dengan tambahan sambel saat memakannya.

Beklik begitu aku memanggilnya, sering kali aku membeli kerupuk sambel ke Beklik, dengan harga Rp.100, ketika itu aku sudah dapat 3 kerupuk dan 1 sendok sambel. Dulu Beklik yang berjualan di gang antara ruang kelas 2 dan 3. Kerupuk yang di pakai bermacam-macam mulai dari kerupuk puli, kerupuk tempe, dan kerupuk biasa juga jadi nikmat ketika di tambah sambel yang Beklik buat.

Cara makannya.
Aku biasa memakan Kerupuk Sambel dengan cara mematahakan kerupuk sedikit demi sedikit sembari di dulit ke sambel, begitu seterusnya hingga habis.

Untuk rasa jangan di tanya, pasti mak nyuusss....

Sambel yang dipakai adalah sambel pecel yang masih kering. Sambel pecel memiliki rasa pedas dan punya sedikit rasa asam juga bau daun jeruk membuat kriuk gurih dari kerupuk tambah enak.

Setelah aku tamat SD, aku melanjutkan sekolah di SMPN 2 Balung. Aku kira aku sudah tak bisa menikmati kerupuk sambel lagi, namun itu salah. Aku masih bisa menikmati kerupuk sambel meski harus ngomong minta sambel kering dulu ke penjual pecel di sekolah terlebih dulu. Di SMPN 2 Balung aku hanya 1 semester kemudian aku pindah ke SMPN 1 Puger, di sini aku juga masih bisa merasakan kerupuk sambel di warung Mbah Nen, namun ketika aku lulus SMP dan bersekolah di  kota (Jember) aku jarang makan kerupuk sambel.

Sewaktu STM aku makan kerupuk sambel hanya saat berada di rumah saja, ketika ada hajat di rumah dengan menu nasi pecel, aku pasti makan kerupuk sambel. Sebuah hal yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

 Begitu juga dengan sekarang.

Besok di rumah ada pengajian kelompok ibu-ibu, dan Emak membuat nasi pecel dengan sayur Bung Bambu dan Kates (Pepaya) untuk sajian makan besok sore. Emak membuat sambel pecel tadi sore sebelum adzan magrib berkumandang. Meskipun sekarang aku sedang pilek dan batuk kering tetap saja aku masih makan Kerupuk Sambel malam ini. Bukan maksud aku membandel tapi Kerupuk Sambel sulit untuk di lewatkan.

Sambel pecel yang di buat Emak kali ini tidak begitu pedas, tapi rasa Asam Jawa dan Daun Jeruk Nipis begitu tersa di lidah.

Oh iya, ada yang lupa.

Malam ini aku sudah menghabiskan 7 kerupuk dengan 3 sendok makan sambel pecel kering.
Hehehe....



0 komentar:

Posting Komentar