23 Feb 2014 | By: vj lie

Sejarah Backpacker

Foto : Jember Backpacker
Saya adalah salah satu orang yang bergabung dalam wadah komunitas Backpacker Jember, sudah satu tahun aku menjadi anggota dan baru beberapa bulan terakhir menjadi admin dalam grub Facebook.

Berawal dari hobi jalan-jalan aku mulai mengenal istilah Backpacker, namun aku belum paham tentang istilah itu. Perlahan tapi pasti saya mencoba memahami istilah itu dari jalan bareng dan saling bertegur sapa saat berselancar di dunia maya. Dunia maya menghubungkan saya dengan anggota komunitas backpacker lain hingga beberapa orang sempat ketemu nyata, baik menjadi tamu atau menjadi tuan rumah.

Malam kemarin saat saya bersama Dav dan Yudha.

Saya bersama kedua sahabat saya ngopi di sekitaran Wuluhan (masihdalam kota kecil Jember), obrolan kami mulai membahas tentang pengalaman, perempuan, sampai jalan-jalan. Yudha mulai membahas tentang backpacker yang menurut dia, backpacker itu adalah aktifitas jalan-jalan yang tujuannya ke gunung.

Waduh...... Sepertinya ada yang keliru.
Foto : Yudha

Arif Angga Yudha biasa di panggil yudha, dia masih menempuh pendidikan di bangku SMA kelas 2, suka memotret sama sepertiku, Yudha juga mempunyai keingintahuan tinggi dan suka jalan-jalan. Selama kami berjalan-jalan memang banyak di Gunung dan pantai. 

Tidak ada salahnya jika Yudha berfikiran seperti itu, sebab dalam pengalamanku di grub facebook rata-rata yang menjadi trend itu kegiatan mendaki gunung. 

Jika saya persentasekan bahasan yang berkembang di dalam grub Backpacker Indonesia. 40% untuk Gunung, 25% Pantai, 10% Kuliner, 5% Sosbud, 15% Sampah, 5% lain-lain. Saya teringat ketika saya pernah membaca beberapa artikel dan salah satu artikel itu menceritakan tentang awal mula backpacker.

Begini Yud awal mula Backpacker itu ada.

Berawal dari Giovanni Francesco Gemelli Careri (1651-1725)  dia adalah seorang kewarga negaraan Italia. Dia termasuk orang Eropa pertama untuk tur dunia menggunakan transportasi publik. Giovan yang bekerja di sebuah pengadilan merasa tidak puas dengan hidupnya dan dipicu oleh rasa ingin tahu yang besar. Giovan berhasrat menjelajahi dunia dalam rangka menemukan hal-hal baru. Giovanni Francesco Gemelli Careri memulai perjalanan dunia di tahun 1693, dengan kunjungan ke Mesir, Konstantinopel, dan Tanah Suci. Pada saat itu, rute ini Timur Tengah sudah menjadi bahan standar dari ekskursi apapun menjadi tanah asing, kenaikan yang nyaris tidak layak menulis tentang rumah. Namun, dari sana 'wisata' Italia akan mengambil jalan yang jarang dilalui.  

Setelah itu menyeberangi Armenia dan Persia, ia mengunjungi India Selatan dan masuk Cina, dimana para misionaris Yesuit diasumsikan bahwa seperti pengunjung Italia biasa bisa menjadi mata-mata bekerja untuk Paus (vatican). Ini kesalahpahaman kebetulan untuk Gemelli. Dia kemudian harus mengunjungi kaisar di Beijing, menghadiri perayaan Festival Lentera dan tur Tembok Besar. dan masih banyak lagi. Selama bertahun-tahun para sarjana dan ahli tidak menganggap perjalanan petualang Gemelli Careri yang otentik. Dengan waktu, bagaimanapun, kebenarannya terbukti, dan itu juga dipastikan bahwa dia mengumpulkan dokumen sejarah penting untuk mengetahui realitas yang eksotis secara lebih rinci dalam perjalanannya.

wikipedia.org
Kita loncat di era 1960-1970.

Pada akhir dasawarsa tahun 1960-an, Di Amerika Barat khususnya di kota San Francisco di negara bagian California, terjadi protes besar-besaran anak-anak muda melawan semua bentuk yang terorganisir (termasuk perjalanan wisata yang ditawarkan oleh hotel) dan mengharapkan terjadinya perubahan sosial dan politik. Gerakan protes ini membuahkan generasi Hippies.Gerakan yang dipelopori generasi muda itu meluas keluar lingkungan mereka, dan mereka menyampaikan protest sosial secara masal, mencakup antara lain gerakan untuk pembaharuan politik termasuk sebagai gerakan anti-perang Vietnam yang saat itu lagi ramai, hak-hak azasi manusia, gerakan mahasiswa, gerakan perempuan, gerakan hak kaum homoseksual, dan gerakan pelestarian lingkungan hidup.

Kaum hippie juga mempunya sebutan ‘Flower Power’ dan ‘Flower Generation’ karena dalam demo-demo yang mereka lakukan mereka biasa membawa bunga warna-warni sebagai lambang cinta dan damai.

Pada tahun 1970-an gerakan Hippies sebagai kelompok protes memudar, namun pengaruhnya sebagai budaya kontra meluas ke dalam banyak bidang dan menimbulkan gelombang revolusi di kalangan generasi muda Amerika maupun Eropah, dan juga mempengaruhi timbulnya gerakan lingkungan hidup dan demokrasi secara umum di Amerika Serikat. Era tahun 1970-an di USA ditandai kebangkitan ‘Rock Superstars’. Pada tahun 1980-an generasi Hiipies digantikan generasi baru yang kembali ingin mencari dunia mereka.

Generasi baru ini yang di sebut Backpacker.

Jika dilihat dari sejarah, Backpacker cenderung berjalan-jalan ke kota, memiliki misi cinta damai, cinta lingkungan, dan Sosial.

Cinta lingkungan bukan berarti kita harus mendaki gunung Yud, dan bukan berarti semua yang belum banyak orang tahu atau tempat baru harus kita explor. Begitu juga tentang mereka yang ikut agen perjalanan dengan harga murah.

Seorang backpacker lebih ke pendekatan pada penduduk sekitar, mengenal budaya atau adat dan memahami porsi-porsi seorang yang datang ke tempat yang baru dan kita di anggap asing. Begitu juga tentang lingkungan atau alam, seorang backpacker juga harus paham tempat dan porsinya, seperti tempat wisata, cagar alam, taman nasional, agar cinta terhadap lingkungan tetap tertanam. jadi tidak semua tempat itu adalah tempat wisata yang baik untuk dibuka untuk umum.

Namun aku bukanlah seorang Backpacker sejati Yud. Terkadang aku masih ikut trip yang sudah bertuliskan beberapa destinasi untuk sekali jalan dengan harga yang tercantum. Aku juga masih belajar bersosial, memahami hidup lewat pengalaman-pengalaman orang yang aku temui dalam perjalanan. Aku terkadang naik gunung juga ketika aku ingin untuk sekedar memanjakan mata dengan hijau hutan, meski tak sehijau dulu (katanya).

Terkadang aku menemui orang yang bangga telah menggagagi puncak-puncak gunung dan bercerita panjang lebar seperti dalam dalam pertunjukan wayang. 

Aku juga sempat menemui orang yang diam namun begitu banyak perjalanan yang sudah dia lakukan, membagi ilmu dan pengalaman.

Hingga hari ini aku masih belajar Yud, sama sepertimu.

Hal yang terpenting adalah bagaimana kita belajar menjadi lebih baik tanpa kita melihat dari mana dan apa bendera kita. Keterbukaan akan membuat kita menjadi lebih banyak tahu dan pengalaman orang lain sebagai panduan dan ingat, kita juga harus berbagi sesuai pengetahuan dan porsi kita.

JADI :
Explore duniamu untuk Tahu dan Menjadi Lebih Baik.
Jadilah wisatawan yang paham akan porsi.

2 komentar:

Pachrur Huda mengatakan...

nice info..salam kenal mas vj :)

vj lie mengatakan...

Salam kenal juga mas :)

Posting Komentar