25 Feb 2014 | By: vj lie

Ikan Betik


Foto : wikipedia.org
Seminggu ini aku mulai rutin menyambangi sungai di barat rumahku. Ya. Memancing, jaraknya sekiar 1 Km arah barat dari rumahku.

Aku mulai di kenal kegiatan memancing ketika aku masih duduk di bangku SD, entah kelas berapa. Aku lupa. Bapak yang mengenalkan aku tentang kegiatan ini, ketika aku pulang sekolah, bapak mengajak aku memancing di Kali Sumber. Kali Sumber menjadi tempat favorit di desaku untuk mencari ikan, tempatnya yang rimbun menjadikan kerasan berlama-lama disini.

Bapak tidak hanya mengajak aku memancing di Kali saja, terkadang juga mengajak aku memancing di kolam pemancingan. Sempat aku jatuh di kolam waktu itu, ingin ketawa jika aku ingat kejadian itu.

Ceritanya begini.

Waktu itu siang, matahari terik dan aku mulai bosan sebab tak ada satu ikanpun yang mau nyantol di kailku. Aku berpidah dari tempatku yang panas dan duduk di bawah pohon yang ada di pojok. Pancing sengaja aku letakkan asal di sampingku, Selang beberapa menit aku mengambil palesanku dengan saitan kecil. 

Byurrrr...

Sontak semua orang kaget dan menoleh ke arah ku yang ada di pojok. Sebab waktu itu hening karna tak ada ikan yang makan. Bapak kaget dan langsung lari kearahku dan menolong aku dari kolam. Lumayan kaget dengan tarikan ikan besar itu yang membuat aku terbawa kedalam kolam, maklum tubuhku kurus, jadi sangat mudah buat ikan besar yang kesakitan krena kail menarikku masuk kedunianya. Dunia air.

Kembali ke sungai.

Aku mulai bersiap memancing sekitaran Jam 2 siang, cek mata kail, senar,  dan palesan.

Aku memancing tentunya tidak sendiri, aku bersama adik sepupu yang masih sekolah kelas 3 SMP. Namanya Roby. Kami mulai menyusuri galengan sawah untuk menuju sungai, sepanjang jalan hanya hijau tanaman padi dan langit biru yang aku lihat, namun terkadang mendung. Entah berapa hektar luas semua sawah-sawah ini.

100 hektar kayaknya, mungkin juga lebih.

Tak jauh dari Kali Sumber, aku dan Roby mencari Cacing dan Precil untuk Baren mancing. Gak tahu kenapa, kalau liat Precil di rumah geli, tapi pas buat mancing, eh malah ngumpulin banyak buat baren mancing. Precil itu sebutan kodok yang masih kecil.

Ini dia incaran kami, Ikan Betik.

Ikan Betik di beberapa tempat mempunya nama berbeda, ada yang bilang Ikan Betok ada juga yang bilang Ikan Papayu. Pada intinya sama saja, Ikan yang di maksud itu adalah ikan yang warna hijau dan punya duri tajam di punggungnya. Kalau beruntung kami juga mendapat Ikan Lele berukuran sedang hingga besar di sungai ini (Kali Sumber). 

Oh iya. Ikan Betik ini punya nama ilmiah Anabas testudineus.
keren....

Ikan Betik bisa di bilang cukup kuat untuk bertahan di luar air, bahkan untuk beberapa jam. Penyebarannya juga cukup luas, tidak hanya di tanah air tercinta ini saja, tapi juga ada di India, Tiongkonk dan beberapa negara di Asia Tenggara.

Ikan Betik Goreng
Ikan air tawar satu ini enak rasanya, disampig itu juga ikan ini tergolong tidak amis. Satu lagi, saranku di goreng dengan garing agar tulangnya juga bisa ikut dimakan karena renyah.

Hari ini (25/02/2014) aku dan Robi mendapat Ikan Betik lumayan banyak, jumlahnya 20 ekor. Cukup buat perut aku kenyang dengan ikan sebanyak itu. Aku juga terkadang memetik kangkung untuk teman menyantap ikan betik, aku memetik kangkung di sepanjang jalan yang aku lalui ketika pulang dari mancing.

Kangkung dengan batang hijau kerap tumbuh di samping galengan, kangkung jenis ini punya rasa essip di lidah orang desa sepertiku.

Sawah dan Sungai memberiku banyak sumber makanan yang bisa di manfaatkan setiap hari. Galengan sawah menjadi tempat bertumbuhnya kangkung merah maupun hijau. Sungai pun juga demikian, Ikan Betik, Wader, Keting, Lele, dan Gabus bisa di dapat dari sungai. Betapa nikmatnya jika kita bisa selaras dengan alam. Alam yang memberikan begitu banyak sumber kehidupan, dan kita tinggal memanfaatkannya sebaik mungki tanpa harus merusak karena keserakahan.

Hem....
Sudah panjang rupanya. Ya sudah, aku sudahin dulu cerita ringanku ini.

Harapanku : Alam ini tetap lestari sehingga nanti cucu-cucu kita dapat memakan ikan sebagai sumber protein dengan hanya memancing di sungai dekat rumah kita.

Salam Lestari.

5 komentar:

Muhammad Lutfi Hakim mengatakan...

Baru ini saya melihat foto ikan betik. Dulu ada teman yang dijuluki betik rawa, tapi kenapa bisa dijuluki seperti itu saya enggak tahu. Dan sekarang jadi tahu—memang agak mirip dengan orangnya, hehehe

vj lie mengatakan...

Ada-ada aja nie panggilan temen mas bro...hehehe
terus warnanya hijau juga gak :)

jembertraveler.com mengatakan...

sing mancing iwak betik biasane wong e mbetik. #eh hahaha

vj lie mengatakan...

agagagagag...megelno :P

Muhammad Lutfi Hakim mengatakan...

Cuma postur dan warna gelapnya saja yang mirip, Mas. Enggak ada hijaunya :)

Posting Komentar