3 Nov 2014 | By: vj lie

Mandi Di Bedadung

Doc Pribadi

Bedadung, begitu orang menamai sungai yang membelah Kabupaten Jember ini. Dimusim kemarau sungai ini jadi tempat andalan untuk bermain, mancing, pasang perangkap kepiting, angon wedus, dan renang bagi anak lengkong dan tamansari.

Biasanya ketika anak-anak sudah melepas wedus-wedusnya di pinggiran sungai yang berumput hijau mereka langsung menceburkan diri dialiran sungai bedadung yang kecil namun dalam ini. Aku yang lagi suntuk dirumah karena bingung dengan kerjaan, maka aku sempatkan jalan kesini, aku tertarik untuk turun saat aku melewati jembatan yang ketika itu liat anak-anak kecil baru saja melepaskan kambing-kambing miliknya. Tidak berfikir panjang lagi aku menitipkan motor merah kusam milikku kerumah penduduk dipinggiran sungai.
 
Sesampai aku disungai, ternyata dibawah sudah rame, ada dua laki-laki dan empat perempunan. Anak yang laki-laki langsung menceburkan dirinya ke sungai yang dalamnya sekitar 1,5-2 meter ini. Sedangkan anak perempuan main dipinggir dan memancing.

Entah dapat apa enggak tu entar. Lha wong sungainya diceburin gitu.... hehehe

Aliran Sungai Bedadung begitu bersih, sampai-sampai dialiran yang dangkal dasar sungai bisa terlihat, tapi itu hanya disaat musim kemarau.

Sungai Bedadung ini sebagai batas pemisah antara Dusun Lengkong dan Desa Taman Sari. Sungai yang hanya bisa dipakai main-main saat musim kemarau namun ketika musim hujan tiba Sungai Bedadung punya aliran yang deras dan keruh, dan aliran deras itu membawa sampah-sampah dari kota dan pinggiran kota melintas hingga ke laut.

Sampah-sampah tadi menyisakan bekas yang gak enak dilihat ketika kemaru tiba, ada plastik kresek, popok bayi, karung, dan masih banyak lagi yang nyantol di akar dan batang-batang bambu pinggiran sungai. Ketika kemarau, sungai yang punya lebar puluhan meter ini menyisakan aliran air yang lebar terbesarnya 3 meter saja.

Begitu banyak hutan bambu dipinggiran sungai menciptakan mata air yang begitu banyak, ditambah lagi Bedadung memiliki kedalaman yang lumayan, disini saja kedalam bedadung jika di ukur dari jalan sekitar 7 meter. Disamping itu hulu bedadung memang punya sumber mata air yang besar, Hal ini yang menyebabkan bedadung tidak pernah kekeringan.

 Kedepan semoga orang-orang bisa membuang sampah-sampah yang mereka produksi ketempat yang semestinya, bukan di Sungai atau di selokan.

Oh iya..... Sebagai penutup

Bedadung memiliki mitos yang asik bagi kamu yang suka dengan Jember, motosnya "Siapa yang mandi di Sungai Bedadung maka seseorang tersebut akan kembali datang ke Jember dan kemungkinan bisa menetap di Jember".



Salam hangat dari kota kecil Jember.

0 komentar:

Posting Komentar