10 Mar 2014 | By: vj lie

Vjlie Belajar Menulis

vj lie di cafe gumitir
Awalnya hanya tulisan oret-oretan saja yang aku punya, dengan secarik kertas aku menulis hal-hal penting, unik, dan tak ingin aku melupakan semua itu. Namun tulisan kecil itu terbuang juga pada akhirnya. Begitu terus dan berulang hingga aku mengenal dunia blog.

Blog memungkinkan semua tulisanku tak terbuang dan hilang, atau termakan tikus saat ditulis di buku catatan.
 
Aku mengenal blog sedari 15 November 2012, ketika itu aku datang di acara sederhana dan sekaligus acara tahun pertama pernikahan Mas Hakim dan Mbak Prit. Dari mas Bro (sapaan akrab mas Hakim) aku mulai mengenal menulis di blog, ada perbedaan saat itu, meski sama-sama menulis. Lantas aku tak langsung membuat saat itu, aku masih bimbang.

Saat aku menulis di blog aku merasa canggung, piye maneh tulisanku semrawut dan pokok mecotot.

Malu? Ya. 
Itu terjadi padaku ketika awal pertama aku menulis. Siapa yang tak malu ketika tulisan itu hanya bisa memuaskan diri sendiri, dan belum bisa dinikmati oleh banyak orang.
Bingung? Pasti.
Saat pertama menulis aku bingung apa yang mau aku tulis, beda hanya saat secarik kertas-kertas yang aku goreskan pena untuk sekedar tak lupa.

Menulis di blog berarti memberi kesempatan pada orang untuk menilai tulisanmu. Meski blog bisa di buat tertutup atau tak biasa di komentari, Namun itu kurang menantang untuk aku yang sedang belajar menulis di blog.

Bermodalkan Tablet aku mulai menulis sebisanya, menulikan apa yang aku lihat dan aku rasa saat itu. setidaknya ini bisa menggantikan secarik kertas yang pernah aku pakai sebelum mengenal blog. Sempat terhenti sebentar, tepatnya beberapa bulan. Aku menghentika menulis untuk belajar merangkai kata lewat membaca beberapa buku dan blog, gaya penulisan yang mengalir juga tak luput aku pelajari, hingga saat aku menuliskan ini.

Aku mempelajari itu karna aku tak mau tulisanku belepotan, dan semrawut kayak Mie Apong dalam mangkuk.

Namun semuanya bisa di atasi ketika sudah terbiasa. Bisa itu bisa karena kita sudah tebiasa asal mau belajar. Bisa Karena Terbiasa inilah yang mendorong aku harus tetap menulis, toh nanti juga bakalan terbiasa menulis. Halah kok dadi ruwe se.

""jika umurmu tak sepanjang umur dunia, maka sambunglah dengan tulisan.." Pramoedya Ananta Toer. Kata-kata ini pernah di ulang oleh mas Bro yang membuat aku tambah pengen menulis.

Kata yang membuat aku tak ingin di lupakan begitu saja oleh orang-orang sekitar ku. Aku ingin orang-orang terdekat masih bisa mengenang sosok vjlie (aku) dari tulisan yang aku buat, ketika aku sudah terpejam dan terkubur dalam tanah nanti.

Sampai saat ini aku masih belajar merangkai kata yang tepat untuk tulisan-tulisanku, meski itu hanya tulisan sederhana, sesederhana aku ketika curhat. Paling tidak tulisanku mengalir dan tak membuat orang malas membaca ceritaku, celoteh dari anak desa yang tinggal di selatan kota Jember.

0 komentar:

Posting Komentar